ALUMNI AKADEMI PERAWAT DEPKES BUAT SIMPOSIUM KEPERAWATAN
BANDA ACEH. Dalam memperingati Ulang tahun Ke 25, Alumni Akper Depkes/PAM-K/Jurusan keperawatan Poltekkes Kemenkes Aceh bekerja sama dengan PPNI Provensi aceh menyelenggarakan Simposium Keperawatan pada hari sabtu, tanggal 9 oktober kemaren dengan tema ““Kiprah, Peluang dan Tantangan Lulusan Program Studi D-III Keperawatan“ di gedung Auditorium POLTEKKES Kemenkes Aceh Jalan Soekarno-hatta Aceh Besar. Hadir dalam pembukaan acara tersebut Direktur POLTEKKES KEMENKES Aceh, Ibu Hj Novemi, SKM, M.Kes sekaligus sebagai pembuka acara. Dalam kesempatan pidatonya ibu Direktur sangat menyambut baik kegiatan reuni alumni keperawatan ini, karena dapat membentuk kekuatan baru dalam intitusi pendidikan.
Disamping dihadiri 200 orang peserta, turut hadir beberapa pejabat institusi pendidikan perawat dari Banda Aceh, Kota Langsa dan Sabang, seperti ketua Prodi keperawatan Poltekkes Banda Aceh, Direktur Akper Pemda Tjoet nya’dhien, Direktur Akper Ibnu Sina Sabang dan para tamu undangan dari intitusi kesehatan lainya. Sebagaian besar yang hadir adalah para alumni Akper Depkes/PAM-K/Jurusan keperawatan Poltekkes Kemenkes Aceh.
Acara Simposium keperawatan tersebut oleh panitia dibagi menjadi IV (empat) Sessi dengan topic dan pemateri yang berbeda. Hadir sebagai pembicara antara lain : Dr.Yusni,Skp.M.Kes.AIF (Dosen PSIK Unsyiah), Ns. Darmawati, S.Kep, Sp Mat (Sekretaris Prodi PSIK Unsyiah), T. Iskandar Faisal, Skp.M.Kes (Dosen Prodi Keperawatan Poltekkes Kota Langsa), Fahmi Ichwansyah, Skp.MPH.HR.D,(kepala LitBangkes Banda Aceh), Munawar Ibrahim, Skp.MPH (Ka.Dinkes Pidie Jaya), Hj. Halimatussakdiah, Skp.MKep.SpMat (Dosen Prodi Keperawatan Poltekkes Kemenkes Aceh) Ns. Hasniah, S.Kep (Dosen Keperawatan Prodi Keperawatan Poltekkes Kemenkes Aceh), Ns. Wirdahayati, S.Kep.MKep.Sp.Com (Dosen Prodi Keperawatan Poltekkes Kemenkes Aceh), H.Zakirullah Khan Al-Asyie, (Tenaga kesehatan di Arab Saudi) dan Hj.Suwarni, SKM.MPH (Direktur Akper Ibnu Sina Sabang).
Ada beberapa topik yang dibahas dalam symposium tersebut antara lain Kiprah, Peluang dan tantangan lulusan Program Studi D3 Keperawatan Banda Aceh di bidang Penelitian, bidang management, bidang Akademik dan menjalin hubungan kerja di luar negeri. Saat yang menarik dalam acara ini adalah dihadirkannya Kepala dinas kesehatan Kabupaten Pidie Jaya, Bapak Munawar Ibrahim, Skp. MPH, alumni angkatan I sebagai narasumber. Dalam sajiannya beliau mengungkapkan perasaan sangat sedih karena melihat fenomena peran perawat masih sangat kecil sebagai pengambil kebijakan dalam bidang kesehatan. Padahal sebagai sebuah profesi apa bedanya perawat dengan profesi kesehatan lain. Beliau menghimbau agar perawat jangan berhenti hanya tamat Diploma III, perawat harus mau berkontribusi di intansi formal dan mau mengembangkan diri. Disamping itu panitia juga turut menghadirkan seorang alumni yang sudah 12 tahun bekerja sebagai perawat di Arab Saudi, H.Zakirullah Khan Al-Asyie, beliau sempat membuat peserta terkagum-kagum ketika menyebutkan gaji kontraknya minimal 15 juta perbulan, beliau sangat antusias mengajak “ayo kerja diluar negeri !!”. beliau mengakui bahwa memang perawat harus mengikuti pergeseran termasuk pendidikan yang dibutuhkan minimal Sarjana keperawatan (S1) dan pengalaman bekerja. “ Karena saat pertama wawancara kerja diluar negeri, Where Is your experience?, itu pertanyaan awal”. Ungkapnya saat mempresentasikan materi berjudul Peluang dan strategi bekerja di luar negeri. Acara symposium keperawatan ini diakhiri dengan pembagian bingkisan kepada pemateri dan foto bersama alumni.
Salam,
BalasHapusGood job guys...
Pak Zakirrullah benernya bekerja di UAE tepatnya Abu dhabi.
Bagi temen2 perawat yang belum bekerja atau tepatnya belum PNS, mungkin bisa dipertimbangkan untuk bekerja dluar negeri, peluangnya sangat tidak terbatas dan gaji juga cukup lumayan..
Buat institusi pendidikan ada baiknya pendidikan DIII keperawatan dilebur saja menjadi S1 keperawatan karena secara global sekarang ini perawat yang dibutuhkan minimal BSN atau S1 Keperawatan.
Selain itu pengalaman melanjutkan sekolah dari DIII ke S1 keperawatan sangatlah mahal dan lebih sebagai ajang bisnis belaka..
Wassalam,
Sardi,
Kuwait.